Sebuah refleksi tentang perempuan

Pengetahuan saya tentang perempuan lebih banyak saya sadari saya dapatkan ketika saya berpacaran. Maka dari itu pembicaraan saya tentang perempuan tak lepas dari pembicaraan tentang cinta.

Perempuan adalah penyempurna kehidupan laki-laki. Secara kodrati manusia diciptakan dengan 2 sisi kepribadian maskulin dan feminin, dan seorang manusia memiliki salah satu kepribadian itu yang paling menonjol. Menurut kisah yang diceritakan filsuf ternama, Plato, dahulu kala manusia diciptakan saling berpasangan dan melekat satu sama lain, hanya saja mereka saling memunggungi satu sama lain. Sehingga seorang yang satu tak bisa melihat belahan jiwanya. Suatu ketika dewa Zeus memutuskan untuk memisahkan manusia itu dan sejak saat itulah laki-laki dan perempuan terpisah.

Itulah kenapa saya mengatakan bahwa perempuan adalah penyempurna kehidupan laki-laki. Semenjak manusia laki-laki terpisah dengan perempuan terdapat kerinduan terdalam untuk mengisi kekosongan dalam hidup manusia. Ketika laki-laki bertemu dengan perempuan (atau sebaliknya), manusia menjadi merasa penuh karena sisi maskulin dan feminin bertemu dalam takaran yang pas, sehingga sempurnalah kehidupan manusia. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia hidup di dunia ini saling membutuhkan satu sama lain. Tidak mungkin dunia ini bisa berjalan dengan seimbang bila hanya dihuni oleh laki-laki saja atau perempuan saja. Seoran laki-laki memiliki kerinduan untuk diperhatikan sementara perempuan rindu akan perlindungan (rasa aman), ya hal-hal semacam itulah.

Berbicara mengenai perempuan, tak lepas dengan berbicara mengenai cinta. Manusia, untuk memiliki kehidupan yang utuh, mereka harus mengalami pengalaman dicintai dan mencintai.

Terlepas dari cinta, secara singkat hakikat perempuan dalam terang wahyu ilahi, ialah diciptakan untuk memberikan hidup dan untuk hidup memberikan diri. Hal tersebut bisa dilakukan melalui berbagai cara. Apapun cara yang ditempuh, ada kekuatan untuk penyerahan diri secara total dan eksklusif langsung kepada seseorang, kepada Allah dan kepada dunia tertentu. Kemampuan mencintai dalam keterpautan total itulah ciri dari kemuliaan dan keluhuran perempuan. Berikut ini beberapa sifat khas seorang perempuan: memiliki, membatinkan, memilih kebaikan pribadi daripada kebaikan umum, mengetahui perasaan, terarah kepada cinta tanpa pamrih seorang anak, mengasuh, berorientasi pada orang, memiliki gambaran diri yang baik, empatik, lembut, gemilang dalam komunikasi lisan, terikat erat dengan sesama wanita, berorientasi masa kini, mengutamakan orang daripada tujuan, intuitif, berorientasi pada kualitas hidup, penuh kegembiraan, luwes, tanggap, penuh pertimbangan, terbuka secara emosional. Sifat-sifat tersebut tidaklah mutlak ada, hanya kecenderungan-kecenderungan umum. Hal itu juga bukan berarti pria tidak memilikinya, juga bukan berarti perempuan tidak punya sifat lain. Sifat-sifat itu teristimewa merupakan sifat khas wanita.

Sekedar pengalaman saya, apa yang dibutuhkan perempuan ketika berpacaran: perhatian terus menerus, keterbukaan untuk saling berbagi cerita/perasaan, komunikasi dua pihak. Dengan kata lain, seorang perempuan ingin masa depan yang baik dengan menjalin hubungan yang baik pula. Tidak ada main-main dengan urusan hati karena perempuan itu peka dan rapuh. Tanpa kita beritahu, mereka tahu ada sesuatu yang terjadi dalam diri kita(laki-laki).

michelangelo__s_pieta_by_guivemaislipidei-d32sr1w

Kesetiaan perempuan patut diacungi jempol. Allah mencipta hati perempuan untuk cinta keterpautan total, karena itu Allah menganugerahi kepada perempuan hati yang peka, kuat dan tabah dalam penderitaan dan kemalangan. Sedemikian kuat hati perempuan, sehingga dia kuat berdiri di bawah salib sampai akhir kesudahanNya. Kepekaan akan kemanusiaan, yang keluar dari lubuk hati tahta cinta, memberikan kekuatan kepada perempuan yang diresapi oleh kesanggupan untuk menderita demi yang lain dan demi Allah. Mereka dibuat dekat dengan penderitaan perempuan. Mereka dijadikan mampu untuk memahami dengan hati, bahwa penderitaan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, menghidupkan dan mengharapkan. Maka perempuan juga lebih dapat dekat dengan salib Yesus.

“Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu”

 

About blueprint

Aku adalah orang yang cenderung menggunakan perasaan dalam menghadapi sesuatu dan masa mudaku aku habiskan di dalam sekolah berasrama. I have so much thoughts in my mind, but I'm not smart in writing and speaking. Maybe those thoughts help me to interact with others. A lot of my friends said that I'm humorous person, but I said I'm bashful. Some call me arrogant, but i call it confident. And I realize, it was my way to cover my real personality.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s