Van Lith?! Apaan tuh? Oh ternyata itu adalah sebuah nama SMA di salah satu kota yang ada di dunia. Muntilan namanya. Awal cerita ketika seorang bernama Yose sudah mulai beranjak dewasa dan hendak melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi. Ia memilih 4 sekolah yang akan menjadi balada hidupnya. Dan tidak ada pikiran apapun tentang nama Van Lith. Tiba-tiba terlintas dipikirannya seberkas nama yaitu Van Lith dalam keempat daftar itu, yang akhirnya menjadi pilihan terakhirnya sebagai pilihan untuk melanjutkan sekolah. Dari kelima sekolah itu, justru Van Lith lah yang satu-satu nya sekolah yang didaftar. Mungkin, romo Van Lith memang sengaja memilih Yose untuk bernaung di kediaman nama besar Van Lith. Ia tak mengira sebelumnya bahwa ia akan bersekolah di sekolah berasrama seperti itu. Dan berawal dari situlah perjalanan panjang seorang Yose dimulai. Kata Yose, hidup di asrama itu ternyata aneh (freak), setelah dipikir-pikir.

Book 1 FIRE (a.k.a NERAKA)

X2, unit Nusa Tenggara, unit Jawa: tempat pembantaian I dan II.

Dilihat dari manapun ia selalu mendapat nomor absen terakhir, 32nd. Dan ia lebih senang di unit karena nomor-nomor tidak diurutkan berdasarkan abjad dan ia mendapat nomor yaitu 9th. Sistem senioritas masih berlaku di dunia ini. Yose yang masih kelas 10 tentu hanya memiliki kakak kelas yang jumlahnya lebih banyak dari pada teman seangkatannya.”Menyapa”, itu harus. Tidak ada tawar menawar harga untuk sesuatu bernama “menyapa”. Suka tidak suka, menjadi sebuah keharusan. Tapi dari sini, Yose mengerti arti menghormati orang yang lebih tua. Dari sebuah penghormatan, menjadi anak kelas X sepertinya mengalami banyak tekanan.

“Ya emang !”

Santai aja kali yos. Tertekan karena berpisah dari orang tua; tertekan karena harus mengalami banyak adaptasi: sekolah, guru, teman, pamong, kakak kelas, kebudayaan dsb. Hhh, kasian banget kamu ya yos.

“Enggak kok, justru itu malah membantuku untuk persiapan hidup dimasa depan dan di dunia nyata nantinya”

Yose ikut ronda?? Waoow, usianya kan baru 15 tahun! Anak kecil bisa apa? Di neraka hal itu sudah biasa, kata Yose. Dari jam 11 malem sampe jam 3 pagi, mereka harus jaga ronda di sekolah, keliling sekolah dan asrama tengah malam untuk mematikan lampu. Serem nggak sih??

“Ya iyalah”. Kejadian aneh-aneh sewaktu ronda itu sering, mulai dari lampu nyala sendiri atau mati sendiri, sampai pernah ada kejadian teman Yose sewaktu ronda, didatangi oleh suster ngesot. Waoow. Ronda nggak ronda, ternyata sama saja. Yose cerita kalo sewaktu di unit juga banyak kejadian-kejadian “aneh”. Beberapa yang pernah Yose ceritakan adalah: kejadian kasur digoyang-goyang sewaktu tidur, suara-suara aneh di unit malam-malam, ada juga bayangan-banyang yang tiba-tiba muncul penampakan di dalam kamera. Dia juga pernah mendapat cerita dari kakak kelasnya, bahwa jangan pernah meninggalkan pakaian yang belum selesai disetrika pada malam hari, karena katanya akan disetrikakan oleh suster.(Wah enak dong). Sepertinya kejadian-kejadian itu sering terjadi karena pada awalnya unit-unit tidak ada salibnya, tapi setelah ada salib di setiap unit kejadian-kejadian aneh tadi sudah mulai berkurang. Van Lith sebelum-sebelumnya malah lebih mengerikan lagi, yang sepertinya tidak usah diceritakan di bagian ini. Tapi, kejadian mengerikan kejadian sudah buanyak berkurang semenjak ada patung room Van Lith yang berada di depan kelas X2. Sepertinya romo Van Lith memang melindungi Yose dan semua yang berhubungan dengan Van Lith.

Book 2 EARTH (a.k.a BUMI)

XI IPA 3, unit Papua: panggung sandiwara.

Kehidupan Yose kini telah berpindah ke bumi. Lagi-lagi ia mendapat nomor absen terkhir. Dunia menyeramkan itu kini telah sirna. Dia kini sudah memiliki adik kelas dan kakak kelas. Disapa dan tentu saja tetap harus menyapa. Yose sudah selesai beradaptasi dan nyaman tinggal di sana. Kini, ia mulai mencari teman dekat dan tentu saja seorang belahan jiwa. Yose-Alvin-Ade-Dino. Mereka berempat sudah menjalin persahabatan sejak kelas satu. Mereka berempat bahkan memiliki buku harian bersama. Namun sayang, salah satu dari mereka harus meninggalkan Van Lith. Kini tinggal Yose-Alvin-Ade. Di bumi mereka berhubungan baik-baik saja. Tapi, baru tiga bulan hidup di bumi, terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan Ade memutuskan untuk pergi. Masih tersisa dua, Yose-Alvin. Persahabatan mereka berlangsung cukup lama. Tapi, lama-kelamaan Mereka sibuk dengan urusannya sendiri, sehingga mereka menemukan sahabat mereka yang baru dan kini jarang lagi untuk berkomunikasi. Sebagai seorang manusia, Yose tentu membutuhkan seorang untuk berbagi cerita, suka dan duka, tangis dan tawa. Bertemulah Yose dengan David. Ia sangat senang bertemu dengan sahabat barunya itu. Namun selama beberapa waktunya di bumi, mereka berdua mengalami ketidak cocokan. Sepilah lagi kini. Dalam kesendiriannya ini, Yose bertemu dengan sosok malaikat yang membuat hidupnya lebih berwarna. Mela adalah adik angkatnya Yose. Dari awal ia tak menyangka bahwa adik angkatnya sendirilah yang kini menjadi belahan jiwanya. Tapi, sampai sekarang ini persahabatan Yose-Alvin-Ade-Dino-David justru malah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Book 3 Air (a.k.a SURGA)

: Flying Island

Dunia seni adalah dunianya Yose. Choir dan Cheerleading menjadi bagian dari hidupnya saat itu. Banyak kejadian dialami di dalamnya. Yose sangat suka menari dan musik. Ia adalah orang yang sangat lincah dan atraktif. Sejak tinggal di bumi ia sudah memiliki ketertarikan dalam dunia musik dan tari. Semakin hari, semakin ia tertarik pada hal tersebut. Tak disangka, dalam waktu singkat Yose menjadi Kapten Cheers dan sekaligus Koordinator Koor angkatan. Sungguh tak terbayangkan sebelumnya bisa mengalami hal seperti itu. Enak nggak sih yos?

“Tentu aja enak, aku bisa mengekspresikan diriku, aku bisa mengembangkan talenta yang memang Tuhan berikan… Haaah, aku benar-benar bisa merasakan surga ini”

Menjadi anggota Paduan Suara Malaikat Agung sepertinya sungguh menyenangkan. Ditambah lagi ikut Pemandu Sorak Bala Tentara Surga. Tapi, apakah benar-benar bahagia dan tidak merasakan kesedihan?? Masak sih?

“Meskipun tidak sepenuhnya aku merasakan bahagia, tapi dibalik kesedihan itu, Tuhan ternyata menyimpan harta karun yang sungguh membahagiakan aku. Banyak hikmah, pelajaran dan nilai-nilai yang sangat berguna untuk masa depanku nantinya.” Kata Yose

About blueprint

Aku adalah orang yang cenderung menggunakan perasaan dalam menghadapi sesuatu dan masa mudaku aku habiskan di dalam sekolah berasrama. I have so much thoughts in my mind, but I'm not smart in writing and speaking. Maybe those thoughts help me to interact with others. A lot of my friends said that I'm humorous person, but I said I'm bashful. Some call me arrogant, but i call it confident. And I realize, it was my way to cover my real personality.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s