Jika kamu merasa banyak tekanan…

View on Path

Advertisements

Semoga bukan cuma ucapan selamat tapi benar2 mendatangkan keselamatan setiap umatnya – with R. A., Annya, Khiya ❤⚓, Bonifasius Pandu, Dambong, Ryan, and Antonius

View on Path

“Tidak ada sesuatu yang ideal, pasti dapat kelebihan & kekurangan”
-Pak Albert – at Ruang 207 universitas sanata dharma paingan with virgananda

See on Path

Cukup Beralasan

Sedang menuang air minum

X: eh Y, mau dong..
Y: pake gelas yang itu tuh..
X: nggak mau ah, itu bersih apa?
Y: bersih kok, kan udah dari lama..

Argumen yang sangat kuat!

Cari Honda yang Shogun Sekalian

Dalam percakapan di mobil

Bapak: si X jadi beli hape apa?
Mas: lagi cari iphone katanya
Bapak: iphone tu yg samsung?
Mbak: iphone ya apple lah pak
Bapak: tapi ada nggak iphone yg samsung?

inilah gaptek

Yang Jahat Pun Juga Baik

“Wreck-It Ralph”

Wreck-It Ralph Poster

Wreck-It Ralph Poster

Sutradara : Rich Moore

Cerita : Rich Moore, Phil Johnston, Jim Reardon

Studio : Walt Disney Pictur & Animation Studio

Genre: Animasi, Keluarga, Komedi

Tahun Rilis : November 2012

Durasi : 101 Menit

Pernahkah terbayang dipikaran anda bahwa seorang tokoh dalam permainan video game ternyata memiliki perasaan dan tidak ingin menjadi tokoh yang dia lakoni? Ini lah yang terjadi dalam sebuah film berjudul “Wreck-It Ralph”. Tokoh utama dalam film ini adalah seorang tokoh antagonis dalam permainan video game “Fix-It Felix, Jr.” bernama Ralph. Permainan “Fix-It Felix, Jr.” adalah permainan sederhana di mana Ralph menghancurkan gedung Penthouse dan pemain game memerankan tokoh Felix dan membenahi gedung yang dihancurkan oleh Ralph. Setelah semua level selesai maka akan ada babak bonus dan pemain akan memenangkan sebuah medali.

Cerita diawali dalam sebuh perkumpulan tokoh antagonis, di mana Ralph ingin sekali-sekali menjadi tokoh yang berperan baik, dikagumi oleh banyak orang dan dapat memiliki medali. Namun, niat baiknya ini justru menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Ketika Ralph menghadiri pesta perayaan 30 tahun game “Fix-It Felix, Jr.” di Penthouse dan mengutarakan niat baiknya itu orang-orang menjadi bingung dengan apa yang diutarakan sang tokoh antagonis ini, dan ia malah menghacurkan pesta di sana. Ralph memutuskan untuk pergi berjalan-jalan, dan petualangan besar pun di mulai saat ia menyamar menjadi pasukan dalam permainan video game “Hero’s Duty”. Permainan diakhiri dengan ditembakkannya sinar laser ke langit dan semua cy-bug (yang tertarik pada cahaya) mendatangi cahaya itu dan lenyap terkena sinar lase. Dalam permaian itu dia tidak mengira bahwa untuk mendapat medali dengan melawan cy-bug akan menjadi sangat sulit. Bahkan ia mengacaukan permainan itu. Di saat yang bersamaan pula dalam permaian “Fix-It Felix, Jr.” sang tokoh antagonis justru tidak muncul dan dianggap rusak oleh pemain game tersebut. Karena permainan terancam ditutup dan tidak digunakan lagi dan pemainnya akan menjadi tuna wisma, Felix akhirnya keluar dari permaian tersebut dan mencari di mana Ralph berada. Ralph ternyata bisa mendapatkan medali dalam permaian “Hero’s Duty”, tapi ternyata ia membangunkan telur cy-bug yang menyebabkan kekacauan yang lebih fatal lagi. Banyak orang mengira bahwa Ralph ingin menjadi seperti Turbo, seorang tokoh dalam permainan balapan kuno yang sangat terkenal. Hingga suatu saat ada permainan baru yang lebih mencuri perhatian dari pada tokoh turbo yang selalu menang ini. Turbo masuk dalam permainan baru itu dan mengacaukan segalanya. Akhirnya dua permaian tersebut dicabut dan tidak digunakan lagi.

Ralph terbang dengan roket menuju permainan “Sugar Rush”, sebuah permaian balapan mini-go-kart yang dikemas secara lucu. Di sana ia bertemu dengan tokoh glitchy(error), Venellope von Schweetz. Venellope tidak mengikuti permainan balapan tersebut karena dianggap rusak ketika program permainan dibuat. Ralph tidak ingin kehilangan medali yang telah ia raih itu. Medali yang telah dimiliki oleh Ralph justru digunakan Venellope sebagai syarat untuk mengikuti permainan. Satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali medali itu adalah dengan memenangkan perlombaan balap itu. King Candy menolak dengan keras Venellope untuk mengikuti perlombaan ini. Jika ada yang memilih Venellope sebagai lakon dan mengetahui bahwa Venellope ternyata memiliki error, maka permainan “Sugar Rush” dapat terancam ditutup, tokoh dalam permainan tersebut akan kabur dan tidak memiliki rumah tinggal(selain dalam permaian). Ralph berusaha meyakinkan Venellope agar tidak mengikuti perlombaan ini hingga ia menghancurkan kart milik Venellope. Ralph kini tidak dapat mendapatkan kembali medalinya, bahkan permainan “Fix-It Felix, Jr.” pun telah ditinggalkan oleh para tokoh di dalamnya. Saat itu dia melihat Venellope dalam gambar di papan permaian “Sugar Rush”, ia penasaran jika Venellope adalah sebuah kesalahan bagaimana bisa fotonya berada pada papan permainan. Ralph mengklarifikasi semuanya ini pada pengawal King Candy dan mengancam akan menelan permen pengawal raja ini hingga habis jika tidak mengatakan yang sebenarnya. Dan ternyata benar, King Candy dengan sengaja menghapus dan merusak kode program Venellope dan menghapus semua memori penduduk permainan “Sugar Rush”. Ternyata hanya dengan mengikutkan Venellope dalam permainan dan melewati garis finish maka semua kode error dan kode program yang disembunyikan dapat kembali seperti semula. Ternyata Venellope lebih dari sekedar melewati garis finish, yaitu menjadi juara pertama. Namun, tidak semudah itu ternyata. King Candy menghalangi segala niat Venellope dan terbongkarlah semuanya bahwa King Candy adalah penyamaran dari Turbo. Tidak hanya itu Cy-bug yang dikira sudah mati ternyata berkembang-biak di bawah tanah pada permainan “Sugar Rush”. Tanah “Sugar Rush” menjadi kacau balau, bahkan niat untuk melewati garis finish tanpa memandang juara digagalkan begitu saja karena cy-bug memakan dan menghacurkan garis finish. Semua tokoh berlari keluar dari permainan tersebut tetapi Venellope tidak dapat keluar karena error yang dimilikinya, sehingga ia akan tinggal dalam permainan itu selamanya. Ralph tidak ingin kehilangan sahabat barunya itu. Ralph meledakkan Gunung Cola-diet sehingga menarik perhatian dan membunuh semua cy-bugs. Setelah suasana negri Sugar Rush kembali normal, Fix-It Felix membenahi garis finish yang telah dihancurkan cy-bug dan Venellope akhirnya dapat melewati garis finish itu.

Ternyata Venellope adalah ratu negeri Sugar Rush, kebeneran terungkap sudah dan semua permainan dapat kembali berjalan seperti sedia kala.

Refleksi:

Film ini mengajarkan kita mengubah pola pikir, atau bisa saya katakan mengubah sudut pandang. Tokoh Ralph dalam permainan tersebut dianggap jahat karena ia menghancurkan gedung dan mengganggu semua orang. Tetapi ia tidak dianggap jahat oleh Venellope karena telah membantunya meraih impiannya. Satu tokoh tetapi ketika dilihat dari sudut pandang yang berbeda ternyata benar-benar berbeda. Tokoh yang tadinya jahat ternyata tidak selamanya ia jahat.

Hal tersebut menyadarkan saya, sebagai generasi muda penerus bangsa jika saya ingin menjadi seseorang yang baik di mata orang lain, tidak selamanya juga saya akan menjadi baik karena sudut pandang orang-orang itu berbeda-beda. Dan ketika saya melakukan kebaikan, pasti ada satu hal yang saya korbankan. Seperti yang romo pamong saya dulu katakan, tidak selamanya / tidak selalu kamu dapat membahagiakan semua orang, pasti ada yang dikorbankan. Maka dari itu kemampuan untuk memilih, kemampuan untuk menentukan prioritas menjadi sangat penting. Hidupmu tidak selalu mengalir begitu saja, hidupmu adalah apa yang kamu pilih. Bahkan hal kecil sekali pun, menentukan ingin berbelok ke kiri atau ke kanan dapat mengubah 180o hidup ini. Saya katakana sekali lagi, setiap keputusan yang diambil pasti akan memberi dampak pada orang-orang di sekitar kita. Hal itu bisa berarti orang lain memandang buruk atau baik tergantung dari sudut pandang mereka.

“Aku ini buruk, dan itu baik. Aku tidak akan pernah menjadi baik, dan itu tidak buruk. Aku tidak akan pernah menjadi yang lain selain diriku”

–          Wreck-It Ralph

Perubahan 2 Dimensi

X : ini kok terongnya berubah bentuk sih warnanya?

Perubahan zaman sekarang lebih dinamis

Penjelasan Lebih Penting

Suatu pagi di kelas sebelum kuliah

X: aku nggak mau duduk depan sendiri, lagi ngantug nih..
Y: aku tau kamu cocoknya duduk di mana.
X: kenapa?
Y: ….

Didengar teman lain yang ingin segera menghipnotis si X

Creativity

“One of the things that kept me out of trouble was doing something creative – creativity can’t be judged.”

– Beyonce Knowles

Struggle = Magnificence

Perjuangan untuk bertahan hidup adalah wujud permuliaan bagi Allah

Judul buku                     : A Child Called ‘It’

Nama Pengarang         : David Pelzer

Jumlah Halaman         : 168 halaman

Penerbit                          : Gramedia

Tahun Terbit                 : 2001

 

Cover A Child Called "It" by Dave Pelzer

Cover A Child Called “It” by Dave Pelzer

 

Dave adalah anak ke-3 dari sebuah keluarga bahagia. Sejak kecil keluarganya selalu ceria. Ibu Dave selalu mengajarkan berbagai hal yang layaknya keluarga Amerika lakukan., merayakan hari-hari nasional, dan lain-lain. Ibunya menerapkan kedisiplininan tinggi. David Pelzer atau biasa dipanggil Dave, sangat menikmati masa kecilnya bersama dengan kedua kakaknya. Waktu terus bergulir, Dave kecil pun mulai nakal, sialnya kenakalannya itu selalu dikathui oleh ibunya, meskipun ia melakukannya bersama dengan kakaknya. Ibunya mulai menerapkan hukuman-hukuman yang sangat tidak manusiawi. Mulai dari disuruh berdiri berjam-jam hingga dibakar di atas kompor.

Ibunya yang dulu cantik dan suka menjaga penampilan, kini menjadi tak lebih dari sekedar pengangguran yang suka menyiksa. Kerjaannya hanya minum-minumdan nonton TV, penampilannya tak seperti dulu, bahkan dia tak seperti Ibu. Hanya ayahnya yang bias membuat Dave terhibur. Ketika ayahnya bekerja, Ibunya selalu menyiksanya dengan berbagai siksaan yang keji, tetapi ketika ayahnya pulang ibunya tidak berani berbuat banyak. Siksaan yang dialami Dave semakin menjadi. Dave jarang sekali diberi makan oleh ibunya. Sungguh perjuangan yang berat sekali untuk mendapat sesuap nasi.

Saat ibu berusaha menarik lenganku, ia kehilangan keseimbangan dan terhuyung kebelakan, sementara tangannya masih mencengkeram lengan kiriku, ibu berusaha agar tidak jatuh sehingga lengan kiriku tertarik keatas. Saat itu lah kudengar suara gemeretak, lalu aku merasa sangat kesakitan pada bahu dan lenganku.

“Kau membuat hidupku sperti di neraka! Kini kutunjukkan padamu apa itu neraka!” kemudian ibu menyuruhku naik ke atas kompor dan berbaring di atas api sehingga ia bisa menyaksikan tubuhku terbakar.

Begitu ayah dan kedua saudaraku berangkat bermain, ibu mengeluarkan sebuah popok yang sudah kotor oleh kotoran dan air kencing Russell. Ibu mengusap popok itu ke wajahku…”Kubilang makan ini!”

Serta tangan ibu yang menggenggam pisau… Dari sudut mataku, samar-samar kulihat sebuah benda melayang dari tangannya. Tiba-tiba ada rasa sakit yang perih tepat di bagian atas perutku.

Begitu sekolah usai, aku harus berlari ke rumah dan harus memuntahkan isi perutku untuk diperiksa oleh ibu… beberapa ia mencambukku dengan rantai anjing… yang paling sakit adalah akibat pukulan dengan tangkai sapu lidi ke bagian belakang kaki… aku tidak lagi berdoa… aku sangat yakin bahwa Tuhan tidak ada.

Percuma saja, ayahnya tidak bisa melindungi Dave, bahkan ayahnya takut pada istrinya hingga kabur dari rumah. Hanya sekolahlah tempat di mana Dave aman. Ia diperiksa oleh gurunya hingga akhirnya ibunya dilaporkan pada Dinas Sosial dan Dave pun diamankan bersama dengan polisi. Ceritanya tidak berhenti di sini. Buku ini merupakan buku pertama dari trilogi David Pelzer.

Dari tokoh utama cerita tersebut saya belajar banyak mengenai perjuangan untuk bertahan hidup. Betapa besar keinginannya untuk bisa menikmati hidupnya. Jika aku menjadi Dave aku pasti sudah berharap mati saja. Tapi, dari Dave aku belajar; betapa hidup itu sangat berharga. Benar!Ya, kita telah diberi sebuah kehidupan sudah layak dan sepantasnya bahwa kita mensyukuri apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan ini kepada kita. Caranya, kita perjuangkan hidup kita! Dengan begitu kita telah memuliakan Allah juga.